Home
Guru Bahasa Inggris Yang Galak
Contact
Listrik Mati Malah Hepi
Belajar Untuk Olimpiade Sains SD Primagama Madiun
anak sekarang belajar Bahasa Inggris sejak mereka masih kecil. Sejak di SD sudah diajarkan meskipun tidak semua SD. Kalau zaman saya dulu, Bahasa Inggris baru diajarkan saat SMP. Jadi kami tuh masuk SMP ada yang masih blank dama Bahasa Inggris. Kebayang nggak sih, zaman belum ada internet. TV adanya baru TVRI. Hahaha...

Yang namanya cari sumber belajar Bahasa Inggris waktu itu susah. Adanya cuma teks Bahasa Inggris di buku pelajaran ,kursus Bahasa Inggris dan belajar mandiri lewat kaset. Iya, kaset. Bukan CD apalagi DVD. 

Nah, di SMP dulu, di kelas 1, saya ketemu guru Bahasa Inggris yang galak. Beliau adalah seorang ibu guru yang cara mengajarnya model zaman dulu. Ya ampun, iya saya tahu. Saya ini lagi membicarakan masa lalu, eh ini kok guru saya mengajar dengan model yang lebih kuno lagi. jadi apa namanya? Hahaha...

Baca juga: Jadi Tim Kreatif di ATM English Club

Beliau ini sangat disiplin. Masuk dan keluar kelas sesuai jam alias bel sekolah. Kalau masuk kelas, beliau selalu minta seluruh murid siap siaga di bangku masing-masing, lalu mengucapk salam, "Good morning/afternoon, Mam." Kalau ada yang salah ucap morning dengan afternoon atau sebaliknya, jangan tanya deh.Langsung dimarahi dankalau lagi apes bisa disetrap di depan kelas sambil dimarahi-marahi di depan teman-teman. Ugh. It hurted us so much.

Tapi sebagai murid zaman old, kami ga pernah komplain sampai bawa ortu ke sekolah. Nggak. Ortu pun kalau dengar seperti itu ga akan komplain juga ke sekolah. I think we were fair enough to seehow teachers should be treated.

Bu guru kami ini juga sangat rajin dan teliti. Tiap masuk, kami harus bawa 9 macam peralatan. Satau aja ga ada, alamat dihukum. Apa aja tuh? Buku tulis untuk mencatat pelajaran. Buku untuk mengerjakan tugas/PR. Buku paket. Buku lembar jawab (LKS).Papan nama biar bu guru gampang manggil nama muridnya. Papan nama ini ditaruh di meja, btw. Gede gitu ya seukuran kertas gambar A4 yang dilipat tiga jadi segitiga berdiri gitu. Can you imagine that?

Terus bawa bolpoin hitam. Bolpoin merah. Penggaris dan penghapus bolpoin alias tip exx atau stipo. Berapa? Sembilan kan ya?

Dulu ya terima aja digituin. Secara kami masih sangat lugu. Belajar Bahasa Inggrisnya juga jadi deg-degan.Tapi alhamdulillah saya selalu dapat nilai bagus, soalnya pas mbak saya SMP (di sekolah yang sama), saya udah ikutan belajar sama mbak saya. Thanks, Mbak.

Belajar Bahasa Inggris kalau sudah dewasa nggak akan sama deh dengan saat kecil. Harus ikut kelas khusu dewasa kayak EF Adults, biar ketemunya ya sama orang dewasa. Lagipula di EF Adults Kursus Bahasa Inggris Profesional itu tidak cuma belajar Bahasa Inggris general, tapi juga ada kelas bisnisnya. Business English maksudnya. Jadi di EF Adults Kursus Bahasa Inggris Profesional itu mempelajari Bahasa Inggris yang dipakai sehari-hari dalam pekerjaan. Bidang marketing, pharmacy, keuangan dan lain-lain.

Belajar Bahasa Inggris pas udah berumur itu memang tantangan tersendiri sih. Saya juga gabung di grup WA biar bisa belajar sama-sama. Ada emak-emak juga, jadi saya ga sendirian mempraktekkan Bahasa Inggris.

Nah, itulah tadi cerita Guru Bahasa Inggris yang galak. Kalau kamu, gurumu dulu galak gitu juga gak?


Today, there have been 1 visitors (1 hits) on this page!


This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free